(Gagal) Melankolis

Disebuah bus malam hari

Ga cuma Gie aja yang bisa melankolis di bus, gue pun juga bisa. Menikmati bus dimalam hari, dengan lampu jalanan warna warni menghiasi malam. Buat gue saat-saat ini adalah romantis. Romantisme yang bisa dinikmati sendiri, dan memang enak sendiri. Berkhayal, membayangkan masa depan dan besok. Suasana malam yang redup dan tidak panas karena bus yang gue naikin adalah bus AC. Tapi suasana itu tiba-tiba aja hilang saat pengamen naik. Membuat rasa melankolis gue, khayalan gue hilang seketika. Panas deh padahal ini bus ac loh. Coba lagunya mendayu-dayu pasti makin romantis. Ya sudahlah dinikmati saja..

Tadi itu sewaktu pulang lewat jalan yang dulu sering dilewatin pulang kuliah, jadi inget waktu 2 tahun yang lalu. Masa-masa kuliah hehhehe
Masa-masa sering nebeng sama temen, masa-masa aktif di kampus. Skripsi.. Nunggu dosen.. Ingatan gue jadi merembet kemana-mana.. Sweet memories…

Berlanjut lagi membahas bus yang gue naikin ini. Wuihhh sebelah tempat duduk gue ada cowok yang ber-style korea..
Berbaju kotak-kotak kecil berwana merah, bercelana dan bersepatu abu-abu. Dia sambil mendengarkan music melalui gadgetnya. Dan yang gue sedih kenapa laki-laki itu lebih rapih di banding gue. Dan kulitnya itu lohhh jauh lebih terang dari gue. Hehehe beda ras sepertinya. Klo diperhatikan orang (mungkin) kita sibuk dengan gadget masing-masing. Itupun kalo ada yang perduli, mungkin (sekali lagi) ini cuma perasaan gue yang sedang (selalu) berlebihan. Maklum gue lagi melankolis, dan memang sesuai judulnya “melankolis” *tapi gagal*.
Yah walaupun aga sedikit ga nyambung..

Yap pengamen udah berhenti nyanyinya gue niatnya mau ngelanjutin melamunnya tapi sayang sungguh disayang gue udah mau sampe. Kalo udah mau turun itu biasanya gue udah galau. Kenpa galau karena gue harus mastiin nnti gue di jemput siapa (dibaca: minta jemput bokap)dan mastiin juga gue ga kelewat. Klo klewat bakalan repot.. Tapi untuk yang satu ini bisa dipastiin gue ga kelweat soalnya udah nanya sebelumnya klo ini bus bakalan nurunin di tempat mau turun.
Dan akhirnya gue udah turun, sekarang gue seperti biasa nunggu bokap gue jemput. Suasana berubah jadi horor pas gue lewat warung yang udah lama ga dibuka. Serem ga seprti biasanya lampunya terang tadi itu gelap da kenapa gue langsung memperhatikan kedalam warungnya. Barang dagangan yang dulu dijual dipenuhi debu dan ramat karena sudah tak terjamah. Entah kemana pemilik warung tersebut pergi. Gue menganggap itu mubazir. Mending itu warung buat gue. Hahhaha siapa gue?

Akhirnya orang yang gue tunggu dateng juga. My hero…!! Dia adalah bokap gue. Dia yang jemput gue malam ini. Senangnya gue sampe juga dirumah.

Selesai deh cerita gue malem ini….

Advertisements
This entry was posted in My Write, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s