its too late

Entah apa yang membuat anak itu berubah. Seingat gue dulu masih bisa dikasih tau, masih bisa dengerin saran temannya tapi sekarang gue ga tau apa yang ada di dalam pikiriannya. Bisa di bilang batu dan kekanak-kanakan.
Klo gw dari tadi mikir jadi ingat lagunya Sherina di film “Petualangan Sherina” yang pas mereka nyanyi di taman sekolah tapi lirik lagunya gue gubah sedikit. Jadi seperti ini:

“Dia Pikir dia yang paling Hebat merasa paling jago dan paling pintar
Dia memang pintar, tapi……”

Gak gue lanjutin takut ada yang tersungging KLO ADA yang baca postingan gue ini.
Sebenarnya menurut gue dia itu sedang mengaktulisasikan dirinya, menjadi seorang yang lugu, pintar dan lucu. Tapi yang ditangkap oleh gue adalah dia cuman jadi bahan tertawaan teman-temannya.
Gue sebagai temannya sudah beberapa kali menegurnya, karena gw ga suka temen gue di lecehkan. Tapi sepertinya gue salah, dia memang senang ditertawakan. Mungkin senang di bilang polos dan masih anak-anak.
Sesekali ditertawakan, dua kali ditertawakan dan makin lama makin serinng bukan dia yang merasa risih tapi gue yang kasihan, dan lama-lama malah ga suka. “Lucu” melihatnya seperti itu. Entah apa yang ada dipikirannya. Banggakah? Atau memang benar-benar “polos”.
Tapi sepolos-polosnya apakah tidak berpikir rasional.

Sudahlah somoga bisa jadi pelajaran buat gue untuk lebih belajar bersabar. Belajar menata emosi 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s