Minggu pertama November

Minggu ini terasa cepat sekali. Mungkin karena lumayan padatnya aktivitas dikantor *gaya*
Tapi banyak hal yang menarik yg terjadi pada minggu ini, dan kebanyakan mengenai transportasi. Yup angkutan yang tiap hari gue naikin. Untuk sampai kekantor tercinta yang berada di daerang cengkareng Jakarta Barat gue harus berganti tiga angkutan. Yang pertama gue naik bus dari rest area KM 13 tol Jakarta Tangerang arah Jakarta jurusan Grogol atau bus yang melewati grogol tepatnya. Setelah itu dilanjutkan lagi naik Kopaja 88 jurusan Slipi-Kalideres atau Kopaja 95 jurusan Grogol-Rawa Bokor. Kedua kopaja itu lewat daerah yang namanya Rawa buaya yang ada di Cengkareng, Turunlah gue di Rawa Buaya itu dan lanjut lagi angkutan selanjutnya. Angkutan yang gue naikin kali ini adalah angkutan umum yang platnya hitam. Ga wajarkan? Hehehe namanya juga mobil pribadi yg berjenis carry yang digunakan sebagai angkutan umum. Yang ga gue ngerti adalah apa nggak ada angkutan resmi (sepertinya memang ga ada). Dan pertanyaan yang sering ada di kepala gue adalah kenapa ga di jadiin angkutan resmi aja, dari pad menyalahi aturan. Ahh aparatnya aja ga peduli..
Nahh setelah gue naik itu angkutan sapailah gue di kantor BSM yang terletak persis di samping Mall Taman Palem.
Kejadian yang pengin gue ceritain yaitu pas hari senin waktu gue balik dari kantor pas gue naik kopaja. Sebenarnya gue bukan naik Kopaja melainkan naik kopami sejenis kopaja tapi beda warna (warna biru). Kenapa gue ga naik kopaja soalnya klo pulang itu gw bisa naik apa aja yang penting tuh angkutan lewat Grogol. Kopami yang gue naikin emang udah ga layak jalan, bodynya udah hampir karatan semua. Tapi namanya juga Indonesia khususnya Jakarta mobil seperti itu ya masih beroperasi. Pas gue naik ga ada firasat apa-apa. Gue dapet duduk dibangku kedua dan duduk dipojokan. Karena ngantuk tidurlah. Walaupun gue tidur tapi tetep aja ga sepules kalo gue tidur di kamar. Pas sampe ditengah2 fly over pesing tus kopami mogok. Karena fly overnya memang hanya untuk satu jalur maka macetlah dibuat si Kopami. Wow sadar ga sadar gw agak panik. Karena baru sadar dari tidur ayam, panik gue ga kelihatan (menurut gue loh). Klo mogoknya dijalan biasa mungkin gw akan dipindahkan ke angkutan lain. Pikiran gue udah ga tenang, apa iya nnti disuruh jalan sampai ujung fly over atau memilih menunggu, tapi sampai kapan?. Klo mendengar percakapan supir dan kondekturnya sih katanya gigi tuh minibus ga nyangkut ke kopling. Entah apa itu gue ga ngerti, gue cyma berdoa supaya cepet bisa jalan lagi. Akhirnya setelah sekitar 20 menit yang terasa lama banget. Tuh kopami hidup juga mesinnya. Dan perjalanan pun di lanjutkan. Dan gue dan penumpang lain selamat. Amin

Kejadian lain di hari Rabu pada minggu yang sama dan pas gue pulang kerja juga. Bedanya hujan lebat turun pas gue sampe daerah Rawa Buaya. Karena hujan gw naik bus yang ada didepan gue. Naiklah gue ke kopaja 95. Ga memperhatikan lagi ternyata wiper(penyeka air hujan yang terdapat dikaca depan) nya cuma satu. Ah gue pikir itu wajar banyak juga kopaja yang cuma punya satu. Yang ga wajar adalah ketika hujan srmakin lebat, wiper yang satu2nya itu macet. Entah gue doank yang sadar atau penumpang lain juga sadar tapi diem aja sama seperti gue atau emang gue doang yang sadar karena duduk dibelakang supir? Dan gue panik. Masalahnya pandangan semakin buran tapi kopaja jalan terus menembus hujan. Walaupaun pandangan kurang jelas supir kopaja tetap berusaha fokus ke jalan dan ke pengendara lainnya.
Tangan kanan supir bolak balik mastiin apa wiper bisa bekerja lagi atau tidak. Tapi tetap aja macet. Akhirnya pada saat lampu merah si supir turun dan mencoba memperbaiki wiper tersebut. Tapi sepertinya usaha Si Supir gagal wiper hanya begerak sedikit dan kembali tak bergerak. Supir hebat bisa berkendaraan tanpa wiper dalam keadaan hujan lebat.
Tanpa wiperpun kopaja yang gue naikin sampe juga di grogol. Turunlah gue dan melanjutkan perjalanan.

Cerita gue di atas semoga ga terjadi lagi. Jangan ditiru ya.
Mau berdoa semoga angkutan umum yang tidak layak agar segera ditarik ya mungkin belum bisa terrealisasi. Wong itu aja masih kurang. Jadi tetap bersabar dan semoga tidak mnimbulkan korban jiwa. Amiin

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s