DASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS: BASIS DATA DALAM MENEJEMEN INFORMASI

Implementasi DBMS Pada Perbankan 

Basis Data bisa berupa sistem manual atau terkomputerisasi namun di perbankan sudah jelas bahwa Basis Data telah terkomputerisasi dengan sangat kompleks.

Jika data-data dalam perbankan tercatat secara manual, maka segala bentuk pengolahan juga dilakukan secara manual (disusun, dihitung atau dibuat laporannya secara manual). Cara ini tentu saja membutuhkan ekstra tenaga dan waktu. Dan lebih sering lagi, diperlukan pengumpulan data-data yang sejenis secara berkali-kali dan dilakukan juga pengolahan dan pembuatan laporan secara berkali-kali pula.

Secara garis besar Basis Data dalam perbankan dibagi menjadi tiga Basis Data yang sederhana dicontohkan seperti:

1) Database Nasabah

2) Database Karyawan

3) Database untuk mengorganisir cabang di setiap daerah, dengan setiap 3 database itu terhubung dan terintegrasi dengan baik.

Contoh struktur dan relasi untuk Basis Data untuk nasabah seperti berikut:

pict 1pict 2

Tabel Databased yang disajikan sebagai berikut:

  • Tabel data nasabah, dengan field (#CUSTOMER ID, ACCOUNT NUMBER, NAMA, NO.KTP, ALAMAT, NO. TELP, NAMA IBU KANDUNG) è #CUSTOMER ID dan ACCOUNT ID SEBAGAI Field Key/Primary key
  • Tabel Karyawan (inputer), dengan field (#EMPLOYEE ID, CUSTOMER ID, TRANSACTION TYPE, TRANSACTION DATE, TRANSACTION NUMB, DEPOSIT AMOUNT, WITHDRAWL AMOUNT, SERVICE CHARGE, NOTES) è #EMPLOYEE ID sebagai Field Key
  • Databased Cabang, dengan field (EMPLOYEE ID, BRANCH ID, ACCOUNT ID, TRANSACTION, BALANCE)
    • Relasikan #CUSTOMER ID dari file data nasabah ke EMPLOYEE ID pada Tabel Karyawan
    • Relasikan #ACCOUNT ID dari Databased Karyawan ke BRANCH ID pada file Databased Cabang

Atikel lengkap ada di sini

 

Sumber:

  1. Hapzi Ali, 2016, Modul Sistem  Informasi & Pengendalian Internal. Mercu Buana
  2. https://ayooindonesia.wordpress.com/2015/04/12/pengertian-database-relasional/
  1. http://sis.binus.ac.id/2014/05/06/fungsi-fungsi-dari-database-management-system-dbms/
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data_relasional
  3. http://kinabipoetra.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-fungsi-dan-komponen-dalam.html
  4. http://lestari-ira.blogspot.co.id/2015/05/chapter-6-yayasan-bisnis-intelijen.html
  5. https://olwin.wordpress.com/2013/03/19/penerapan-basis-data-untuk-perbankan/#more-522
  6. http://www.pengertianku.net/2014/12/pengertian-field-record-table-file-data-dan-basis-data-lengkap.html
  7. http://zahrotunnafiah.blog.upi.edu/2015/10/12/dasar-dasar-intelegensi-bisnis-basis-data-dan-manajemen-informasi/
Advertisements
Posted in My Edu | Tagged , , , , , | Leave a comment

INFRASTRUKTUR TI DAN TEKNOLOGI BARU

 

Latar Belakang

Integrasi antar bisnis strategi dengan teknologi informasi (IT) merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multidimensi. Seringkali keputusan untuk melakukan pengembangan dibidang teknologi informasi hanya didasarkan pada kemampuan sebuah perangkat lunak yang canggih tanpa melihat lebih jauh apakah perangkat lunat tersebut telah sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam jangka panjang. Tentu penggunaan aplikasi yang canggih dapat memberikan keuntungan dalam bersaing (competitive advantage) bagi perusahaan. Tetapi keuntungan yang diberikan dengan cara ini tidak akan dapat berlangsung lama. Apabila ternyata ada perangkat lunak baru dengan kemampuan yang lebih canggih, maka keuntungan yang dimiliki tentu akan ikut hilang bersamaan dengan munculnya perangkat lunak yang baru tersebut.

Perusahaan yang berhasil melakukan integrasi antar teknologi dengan strategi bisnis menunjukkan peningkatan pendapatan yang signifikan. IT telah menjadi enabler yang penting bagi strategi bisnis dalam hal kustomisasi masal, diferensiasi kompetitif, peningkatan kualitas, dan peningkatan dan otomatisasi proses. Penyelarasan strategi bisnis dan IT digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, menciptakan hambatan untuk pendatang baru, meningkatkan hubungan dengan konsumen dan suplier, dan menciptakan produk dan solusi bisnis baru. Kegagalan dalam melakukan penyelarasan ini dapat mengakibatkan peningkatan biaya dan kehilangan kesempatan.

Dalam makalah ini akan akan dibahas tentang strategi bisnis, peranan IT dalam mendukung strategi bisnis, hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menyelaraskan IT dan strategi bisnis, dan Enterprise Achitecture sebagai framework dalam merencanakan infrastruktur IT dalam perusahaan jasa. Seringkali keputusan untuk melakukan pengembangan dibidang teknologi informasi hanya didasarkan pada kemampuan sebuah perangkat lunak yang canggih tanpa melihat lebih jauh apakah perangkat lunat tersebut telah sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam jangka panjang. Tentu penggunaan aplikasi yang canggih dapat memberikan keuntungan dalam bersaing (competitive advantage) bagi perusahaan. Tetapi keuntungan yang diberikan dengan cara ini tidak akan dapat berlangsung lama. Apabila ternyata ada perangkat lunak baru dengan kemampuan yang lebih canggih, maka keuntungan yang dimiliki tentu akan ikut hilang bersamaan dengan munculnya perangkat lunak yang baru tersebut.

 

Strategi Business

Strategi sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memenangkan persaingan pasar. Strategi itu sendiri merupakan arahan dan ruang lingkup dari perusahaan dalam jangka panjang yang akan memberikan keuntungan bagi perusahaan melalui penggunaan sumber daya yang ada dalam lingkungan yang mendukung untuk memenuhi kebutuhan pasar dan memenuhi harapan dari para stakeholder.

Dalam strategi ada aspek arahan (direction) yang menunjukkan kemana tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam jangka panjang, keuntungan kompetitif (competitive advantage) yang menunjukkan bagaimana perusahaan akan dapat melakukan kegiatannya dengan lebih baik dari para kompetitornya yang berada dalam pasar yang sama, sumber daya (resource) yang menunjukkan sumber daya apa saja yang ada dan dibutuhkan untuk dapat bersaing, lingkungan (environment) yang menunjukkan keadaan eksternal perusahaan yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk dapat bersaing, serta nilai dan ekspektasi yang dimiliki oleh orang – orang yang berada di lingkungan bisnis (stakeholder).

Strategi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan akan membedakannya dengan perusahaan – perusahaan lain. Menurut Micheal E. Porter, 1996, menjalankan operasi dalam perusahaan secara efektif dan efisien tidak lagi mencukupi untuk disebut sebagai strategi perusahaan. Esensi dari sebuah strategi adalah memilih untuk melakukan aktifitas yang berbeda atau melakukan aktifitas yang sama dengan cara yang berbeda dan memberikan posisi strategis yang lebih baik dari pada para pesaing. Perusahaan dapat memberikan performa yang lebih baik dari para pesaing hanya jika perusahaan dapat menentukan perbedaan yang dimilikinya dan mempertahankannya. Perbedaan tersebut harus dapat memberikan nilai yang lebih baik bagi para konsumen atau menciptakan nilai yang hampir sama tetapi dengan biaya yang lebih murah atau bahkan keduannya.

Karena perbedaan ini, maka setiap perusahaan tentunya akan memerlukan penggunaan IT secara berbeda sesuai dengan strategi yang diterapkan. Penggunaan aplikasi sistem informasi yang disediakan oleh vendor pihak ketiga sering kali tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam menjalankan proses bisnis.

Ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan, pertama proses bisnis perlu dilakukan modifikasi agar sesuai dengan IT yang digunakan, atau kedua melakukan penyesuaian atau kustomisasi terhadap IT. Jika yang pertama yang dipilih, tentunya hal ini akan sangat berpengaruh pada strategi bisnis yang telah ditetapkan. Perubahan proses bisnis yang dijalankan dapat menyebabkan perubahan strategi bisnis, dan dapat mengakibatkan tidak tercapainya aspek arahan dari strategi itu sendiri. Tentunya hal yang paling logis untuk dilakukan oleh sebuah perusahaan adalah untuk melakukan penyesuaian atau penyelarasan dalam konteks ini terhadap penggunaan IT agar sesuai dengan strategi bisnis yang telah ditetapkan.

Peranan IT

Saat ini, perusahaan menghadapi tantangan yang besar untuk dapat mewujudkan tujuannya dan menjalankan strategi bisnis yang telah di formulasikan. Informasi yang disediakan memegang peranan penting untuk dapat berhasil. IT memegang peranan penting dalam mewujudkan strategi bisnis.

Sebuah organisasi yang telah mengadopsi teknologi informasi ke dalam proses bisnis yang dilakukannya, tentunya akan ikut memikirkan peranan yang akan dilakukan oleh IT. Beberapa perusahaan ada yang menggunakan IT untuk menjalankan operasi sehari – hari agar dapat berjalan dengan baik dan efisien. Ada juga perusahaan yang menggunakan IT sebagai enabler untuk menciptakan kesempatan – kesempatan baru yang mungkin tidak akan dapat dilakukan tanpa dukungan IT. Serta IT juga digunakan sebagai cara baru untuk mengatur fungsi – fungsi yang ada dalam organisasi. Peranaan IT dalam organisasi ini juga akan mempengaruhi penyelarasan yang terjadi dalam perusahaan. Penetapan peran IT ini juga berpengaruh pada mengembangkan portfolio aplikasi yang dilakukan oleh perusahaan.

Bjorn Cumps Stijn Vieane, dan Guido Deden, 2006, menentukan ada tiga peranan IT dalam organisasi. Pertama memegang peran konservatif sebagai pendukung dalam organisasi. Perusahaan ini memilih menggunakan teknologi IT yang sudah terbukti dan matang. Kedua memegang peran yang kritis dan penting dalam organisasi. Perusahaan ini memilih menggunakan dan menginvestasikan pada teknologi IT terkini. Ketiga memegang peran sebagai inovator dalam bisnis. Perusahaan ini berkompetisi dalam dunia usaha yang sangat tergantung pada teknologi dan menggunakan IT sebagai alat dalam berkompetisi (competitive weapon). Dari hasil analisis terhadap ketiga peranan IT, ditemukan bahwa perusahaan yang menggunakan IT sebagai peran yang kritis dan inovatif cendrung untuk lebih selaras dari pada perusahaan yang menggunakan IT secara konservatif. Perusahaan seperti itu juga menganggap IT sebagai investasi yang penting yang akan mempengaruhi performa perusahaan di saat ini dan di masa yang akan datang.

Keuntungan Terintegrasinya IT Dengan Strategi Bisnis

Penggunaan IT harus memperhatikan kepentingan – kepentingan perusahaan secara luas, seperti memenuhi kebutuhan para stake holder, mencari strategi – strategi baru, menyelaraskan sumber daya IT dengan kebutuhan bisnis, atau mengurangi duplikasi yang terjadi pada sistem, proses ataupun data. Penggunaan IT yang berjalan sesuia dengan strategi bisnis yang ditetapkan antara lain :

  • Efisiensi operasional: keselarasan IT dan bisnis strategi akan memberikan keuntungan berupa pengurangan biaya operasi. Komponen system architecture dan technology architecture merupakan komponen–komponen yang dikembangan guna mencapai efisiensi operasional. Komponen ini menyediakan arsitektur IT secara komprehensif dan menunjukkan bagaimana berbagai sumber daya IT bekerja.
  • Efektifitas proses. Keselarasan IT dan bisnis strategi dapat meningkatkan efektifitas proses. Peningkatan proses memerlukan analisis yang baik pada komponen business architecture dan system architecture yang diperlukan untuk melakukan kegiatan bisnis. Dalam mengembangkan EA dilakukan pemetaan proses yang sudah ada, dan dibentuk skenario untuk melakukan peningkatan proses dan bagaimana sistem perangkat lunak dapat membantu proses tersebut. Penciptaan kesempatan. Terbuka kesempatan – kesempatan baru untuk mendapatkan keuntungan dan kesempatan untuk menjalankan strategi baru.
  • Efisiensi otamatisasi. Hubungan antar arah strategis dari perusahaan dan technology architecture memungkinkan perencanaan infrastruktur untuk mendukung rencana masa depan perusahaan. Akan diambil keputusan – keputusan proyek otomatisasi untuk perusahaan secara keseluruhan.

Hambatan dalam Integrasi

Integrasi antar strategi bisnis dan IT merupakan tantangan yang berat bagi perusahaan. Diperlukan usaha yang keras untuk melakukan perubahan budaya perusahaan untuk dapat menerima teknologi baru dan melihat IT sebagai enabler dan bagian yang tak terpisahkan dari organisasi untuk mencapai keberhasilan dalam jangka panjang. Hal ini juga berkaitan dengan kepercayaan para manajer dan pegawai terhadap IT serta laporan – laporan yang diterbitkan menggunakan IT.

Hambatan lainnya berasal dari struktur manajemen perusahaan. Struktur perusahaan dapat menghambat terjadinya komunikasi antar bagian, terutama untuk perusahaan yang terdisentralisasi. Perusahaan seperti ini memiliki unit – unit yang lokasinya berbeda, sehingga komunikasi antar unit – unit ini menjadi tantangan tersendiri. Perusahaan – perusahaan yang beroperasi di daerah yang bebeda juga mengalami kesulitan untuk menggunakan strategi dan prosedur yang sama. Hal ini disebabkan karena kompleksitas jangkauan dan pasar yang dituju. Strategi bisnis yang berbeda pada unit – unit yang berbeda ini bisa menyebabkan proses penyelarasan IT dan investasi portfolio IT yang berbeda.

Rintangan besar yang dihadapi dalam melakukan penyelarasan adalah karena perubahan yang selalu terjadi, baik perubahan dalam strategi bisnis maupun perubahan dalam teknologi. Handerson dalam [3] menyebutkan tidak ada perusahaan yang dapat mencapai keselarasan karena bisnis dan teknologi yang selalu berubah. Penyelarasaan bukanlah sesuatu yang statis. Perusahaan harus selalu menciptakan kembali dirinya sendiri dalam hal strategi dan teknologi untuk menyesuaikan dengan keadaan pada saat itu dan untuk menjaga agar memiliki keuntungan kompetitif dengan perusahaan lain. Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan penilaian secara berkala terhadap penggunaan IT dan keselarasannya dengan strategi bisnis yang diterapkan pada saat itu. Apabila ternyata penggunaan IT sudah tidak lagi sesuai, maka perlu dibentuk EA yang baru guna mengintegrasikan kembali pengembangan IT dengan strategi bisnis.

Alternatif Metode Pengembangan Sistem

Metode alternatif Pengembangan Sistem dapat berupa pengembangan sistem metode:

Paket (package),

Ketersediaan paket harus diperiksa, apakah paket harus dibeli atau mengembangkan STI sendiri.

Kelebihan

  • Kualitas paket yang baik
  • Dapat digunakan sketika
  • Harga paket relative murah
  • Dapat digunakan untuk rekayasa ulang proses bisnis
  • Kompatibel dengan sesame oengguna paket

Kelemahan

  • Tidak sesuai untuk aplikasi yang unik
  • Perbaikan, modifikasi dan pengembangan paket sulit dikerjakan sendiri
  • Basis data tidak terintegrasi dengan aplikasi lainnya
  • Ketergantungan dari pemasok
  • Tidak memberikan keuntungan kompetisi

Metode Prototip (Prototyping)

Prototyping adalah pengembangan yang cepat dan pengujian terhadap model kerja (prototipe) dari aplikasi baru melalui proses interaksi dan berulang-ulang yang biasa digunakan ahli sistem informasi dan ahli bisnis.

Keunggulan prototyping adalah:

  • Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.
  • Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.
  • Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem.
  • Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem.
  • Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.

Kelemahan prototyping adalah:

  • Pelanggan tidak melihat bahwa perangkat lunak belum mencerminkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan belum memikirkan peneliharaan dalam jangka waktu yang lama.
  • Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman sederhana.
  • Hubungan pelanggan dengan komputer mungkin tidak menggambarkan teknik perancangan yang baik.

Metode pengembangan oleh pemakai (end user computing atau end user devolopment)

Jika dampaknya sempit, yaitu hanya pada individu pemakai sistem yang sekaligus pengembang sistem itu saja, maka EUC (end user computing) dapat dilakukan. Sebaliknya jika dampaknya luas sampai ke organisasi, pengembangan sistem EUC akan berbahaya, karena jika terjadi kesalahan, dampaknya akan berpengaruh pada pemakai sistem lainnya atau pada organisasi secara luas.

Kelebihan

  • Menghindari masalah kemacetan di departmen sistem informasi jika harus dikembangkan di departmen tsb.
  • Kebutuhan pemakai sistem dapat lebih terpenhi.
  • Meningkatkan keterlibatan pemakai didalam pengembangan sistem.

Kekurangan

  • Tidak semua pemakai sistem mempunyai pemahaman tentang teknologi sistem informasi.
  • Memiliki risiko mengganggu bahkan merusak sistem informasi lain.
  • Kelemahan teknis.

Metode outsourcing.

Outsourcing adalah metode penggunaan sumber daya manusia yang berasal dari pihak eksternal (pihak ketiga) untuk menangani atau membangun sistem perusahaan dengan cara membeli aplikasi dengan vendor.

Perbedaan metode konvensional dengan metode alternatif. Dengan metode pengembangan secara konvensional, yaitu metode siklus hidup pengembangan sistem, yang dikembangkan oleh analisis sistem. Alasan menggunakan metode ini digunakan untuk mengembangkan sistem teknologi informasi yang kompleks. Selanjutnya pengembangan sistem teknologi informasi alternatif model paket dilakukan dengan membeli paket perangkat lunak yang ada. Paket sekarang banyak tersedia di pasaran karena banyak aplikasi bisnis yang bersifat umum seperti tersedia di pasaran karena banyak aplikasi bisnis yang bersifat umum seperti misalnya aplikasi akuntasi, keungan dan aplikasi-aplikasi lainnya. Jika paket tersedia perusahaan tidak perlu merancang dan menulis program sendiri aplikasinya.di dalam memilih paket, terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan yaitu:

  • spesifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan,
  • ketersedian paket,
  • mengevaluasi kemampuan paket.

Apabila paket tidak tersedia, prioritas kedua biasanya jatuh pada outsourcing. Berikutnya yang perlu dipertimbangkan adalah metode prototyping. Metode prototyping banyak digunakan untuk mengembangkan sistem teknologi informasi yang harus segera dioperasikan.

 

Implementasi Sistem Informasi Diperbankan 

Perbankan merupakan salah satu industri yang membutuhkan dukungan dan peranan teknologi informasi, mulai dari melakukan pekerjaan sehari – hari misalnya input data pembukaan rekening tabungan yang dilakukan oleh customer service, transaksi yang dilakukan oleh nasabah baik secara elektronik (ATM) maupun internet (internet banking) sampai dengan melakukan penetrasi ke pasar. Hal ini berarti dunia perbankan termasuk perbankan syariah arus mengikuti arus perubahan informasi yang terjadi. Jika tidak, maka perbankan syariah tidak akan berkembang pesat seperti yang diharapkan.

Oleh kerena itu, perkembangan perbankan syariah di Indonesia tak terlepas dari peranan sistem informasi yang berguna dalam operasional bank syariah dimana dalam operasional suatu bank dituntut kecepatan dalam pertukaran informasi maupun dalam kapasitas penyimpanan data informasi bank tersebut. Selain itu sistem informasi yang dibangun dengan baik dan benar dapat meningkatkan produktivitas, menghilangkan kegiatan yang tidak memiliki manfaat (nilai tambah) dan meningkatkan layanan serta kepuasan nasabah.

Sistem informasi keuangan merupakan bagian penting dari struktur informasi di berbagai lembaga keuangan. Meskipun sering dinamakan sistem general ledger, sistem informasi keuangan sebenarnya adalah sistem pelaporan dan pengendalian keuangan menyeluruh yang tidak hanya sebatas fungsi-fungsi rutin yang mencakup pemeliharaan general ledger sebuah lembaga. Sistem informasi keuangan menyediakan informasi yang bertujuan untuk pelaporan periodik, informasi historis, laporan ke otoritas moneter (Bank Indonesia), perencanaan laba dan anggaran, dan lain-lain.

Beberapa aplikasi penggunaan sistem informasi dalam dunia perbankan:

  • Sistem informasi keuangan (financial information system)
  • Sistem pengolahan transaksi (transaction processing system)
  • Sistem pengolahan aplikasi (application processing system)
  • Sistem keputusan manajemen (management decision system)
  • Sistem informasi nasabah (customer information system)
  • On line banking system (general ledger aplication system)
  • Sistem informasi keuangan (financial information system)

Sistem on-line atau sistem aplikasi perbankan terintegrasi ini merupakan trend perbankan dewasa ini sehingga masing-masing bagian atau nasabah bisa secara online berhubungan dengan pihak bank di seluruh kantor cabang. Sistem online ini memerlukan sistem jaringan komputer yang menghubungkan seluruh kantor cabang dan pembuatan sub-subsistem aplikasi yang terintegrasi dengan memperhitungkan keterkaitan fungsional antar-bagian di bank tersebut dan keterkaitannya dengan sistem eksternal, baik nasabah, lembaga keuangan lain maupun sistem-sistem informasi eksternal lainnya. Sebagai contoh, ada sistem aplikasi tabungan dan giro yang bisa mengakomodasi sistem online.

Salah satu sistem yang sangat dibutuhkan oleh bank adalah Core Banking System (CBS) peranannya adalah mendukung kegiatan bisnis utama bank untuk itu tidak bisa dipungkiri bahwa investasi teknologi informasi di dalam dunia perbankan membutuhkan dana yang sangat besar. Salah satu core banking system yang sudah mulai banyak diimplementasikan di Indonesia adalah T24 yang merupakan produk besutan banking software company yaitu Temenos. Di Indonesia sendiri Temenos dikenal dengan product core banking-nya, bank yang sudah mengimplementasikan antara lain: Bank Mandiri Syariah dan bank-bank lain.

Temenos T24 adalah aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan yang bergerak dibidang pengembangan software untuk perbankan TEMENOS. Temenos T24 merupakan aplikasi yang lengkap mulai dari back office, CRM (Customer Relationship Management) dan manajemen siklus hidup produk yang efektif untuk bisnis retail, perusahaan, wholesale dan perbankan universal maupun privat. Aplikasi beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari seminggu dan dalam bentuk real-time. T24 mengkombinasikan fungsi bisnis yang komprehensif dengan arsitektur yang maju, aman, luas dan modular untuk memenuhi teknologi perbankan dan tantangan pasar saat ini dan masa depan.

Implementasi Pada Bidang Transportasi

Teknologi informasi saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Masyarakat mengenal dan merasakan langsung manfaat dari perkembangan teknologi informasi pada kehidupannya. Bisnis adalah salah satu bagian hidup masyarakat yang sangat terpengaruh perubahan teknologi informasi. Teknologi informasi menjadi sangat penting dan berpengaruh terhadap perkembangan suatu industri dalam bisnis. Contoh dari teknologi informasi yang sangat memperngaruhi bisnis adalah penggunaan internet, komputer, telekomunikasi, satelit, dsb. Teknologi informasi membuat pekerja dalam suatu industri dapat berkomunikasi dan menyelesaikan pekerjaanya tanpa harus bertatap muka sehingga perusahaan dapat mencapai hasil yang produktif dangan cara yang lebih efisien. Dalam perkembangan dunia bisnis saat ini, perusahaan dapat tertinggal dari pesaingnya apabila tidak menguasai atau menerapkan teknologi informasi dalam industrinya.

Go-Jek menerapkan functional business system yang terbagi dalam lima komponen. Sistem tersebut digunakan untuk memberikan sejumlah informasi yang berhubungan dengan bisnis dalam suatu perusahaan terhadap para stakeholder yang terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut. Kelima komponen tersebut dijalankan melalui sebuah sistem terintegrasi yang dimaintenance melalui aplikasi dan software perusahaan.

Perusahaan harus mengeluarkan modal yang tidak sedikit untuk menerapkan teknologi informasi di perusahaannya. Namun karena saat ini penggunaan teknologi informasi dapat menjadi salah satu parameter keunggulan suatu perusahaan, harga yang dibayar tersebut memiliki opportunity cost yang sebanding. Namun bagi sebagian perusahaan menganggap bahwa penggunaan teknologi informasi terhadap perkembangan bisnis suatu perusahaan itu tidaklah penting, melainkan manajemennya yang harus dibenahi. Teknologi informasi juga dapat digunakan untuk membantu kinerja perusahaan dalam meningkatkan kecepatan integrasi pengetahuan dan aplikasinya dengan mengumpulkan atau mengotomatiskan kegiatan-kegiatan rutin organisasi, sehingga meringankan kerja para karyawan.

Terdapat enam keuntungan bagi perusahaan Go-Jek dengann penerapan e-business di perusahaannya. Pertama adalah develop new market & channels yaitu membangun market dan saluran distribusi baru. Kedua adalah attract new customers yaitu menarik customer baru agar mau menggunakan layanan jasa yang disediakan perusahaan. Ketiga adalah increase loyal customer loyalty & retention yaitu meningkatkan dan menjaga konsumen tetap yang menggunakan jasa perussahaan. Melalui aplikasi dan layanan yang ada perusahaan dapat menambah konsumen tetap dan menjaga hubungan baik dengan konsumen melalui layanan customer car. Keempat adalah generate new revenue sources generate new revenue sources, dimana pada saat diawal Go-Jek hanya menyediakan layanan seperti angkutan ojek pada umumnya. Namun seiring berjalannya waktu Go-Jek juga menambah layanan jasa yang lain seperti go-food dan shopping, sehingga layanan tersebut kini menambah pemasukan baru bagi perusahaan. Kelima adalah develop new web & application based product adalah membangun sebuah produk atau jasa berbasis layaanan web dan aplikasi. Go-Jek telah menjadi sebuah revolusi bagi layanan jasa transportasi umum di Indonesia dengan membangun produk jasa application based yang dapat di akses dari sebuah smartphone dengan menggunakan layanan internet. Dan keenam adalah reduce costs of doing business yaitu menekan biaya perusahaan. Dengan sistem aplikasi yang telah dibangun tentunya Go-Jek dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Dengan adanya aplikasi tersebut perusahaan telah menunjukkan bahwa Go-Jek bukanlah “mengelola bisnis” melainkan sebuah “bisnis mengelola” yang dimaksudkan dalam hal ini adalah bisnis mengelola sumber daya manusia.

E-Commerce

E-commerce merupakan kepanjangan dari Electronic Commerce yang berarti perdagangan yang dilakukan secara elektronik. Seperti halnya e-mail (Electronic Mail) yang artinya sudah diketahui yaitu pengiriman surat secara elektronik. Dalam buku Introduction to Information Technology, e-commerce berarti perdagangan elektronik yang mencakup proses pembelian, penjualan, transfer, atau pertukaran produk, layanan, atau informasi melalui jaringan computer, termasuk Internet (Turban, 2005:181).

Apabila dipilah e-commerce terdiri dari huruf e yang berarti elektronik dan commerce yang berarti perdagangan. Pada perdagangan konvensional dikenal adanya penjual dan pembeli, lalu perdagangan sesungguhnya ada barang atau jasa yang dijual dan tentu ada pembelinya. Kata ‘perdagangan’ itu sendiri berdiri dengan arti sekedar tawar menawar antara penjual dan pembeli, lalu apabila keduanya sepakat maka barulah dilakukan transaksi. Perdagangan yang seperti ini terjadi hanya ’sesaat’ dan tidak ada relasi yang berarti antara penjual dan pembeli, dalam hal ini perdagangan hanyalah sekedar kegiatan menjual dan membeli.

 

Konsep E-Business

E-business memiliki karakteristik tujuan yang sama dengan bisnis secara konvensional, hanya saja e-business memiliki scope yang berbeda. Bisnis mengandalkan pertemuan antar pebisnis seperti halnya rapat ditempat khusus, atau sekedar untuk berkenalan dengan partner bisnis, sedangkan e-business mengandalkan media Internet sebagai sarana untuk memperoleh tujuannya. Menurut Turban, e-business atau bisnis elektronik merujuk pada definisi e-commerce yang lebih luas, tidak hanya pembelian dan penjualan barang serta jasa, tetapi juga pelayanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis, e-learning, dan transaksi elektronik dalam perusahaan.

Model E-commerce

  • Business-to-business (B2B) menggambarkan transaksi perdagangan antar perusahaan, seperti antara produsen dan grosir , atau antara grosir dan pengecer dimana grosir membeli barang kepada produsen untuk dijual lagi kepada pengecer, dan kemudian pengecer tersebut akan menjual lagi barang tersebut kepada konsumen / customer.
  • Business-to-Customer (B2C) menggambarkan kegiatan bisnis antara perusahaan/ produsen/ penjual dengan customer/ pelanggan yang mana customer membeli barang kepada penjual untuk dipakai sendiri bukan untuk dijual lagi.
  • Customer-to-Customer (C2C) Merupakan sistem komunikasi dan transaksi bisnis antara konsumen yang satu dengan konsumen yang lain untuk memenuhi suatu kebutuhan tertentu dalam waktu tertentu seperti halnya lelang barang.
  • Customer-to-Business (C2B) Model e-commerce di mana konsumen (individu) menawarkan produk dan layanan untuk perusahaan dan perusahaan membayar mereka.

 

Kesimpulan

Kehadiran teknologi informasi dan internet memberikan manfaat bagi perusahaan, seperti meringankan aktivitas bisnis yang kompleks serta menghasilkan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji dalam rangka perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen. Selain itu efisiensi operasi perusahaan dan kinerja perusahaan juga dapat ditingkatkan. Akibatnya perusahaan dapat tetap bertahan dalam era informasi serta mampu menghadapi persaingan pasar global. Selain menghasilkan manfaat, perkembangan teknologi informasi juga dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi perusahaan, seperti tertutupnya kesempatan kerja, timbulnya resistance to change serta timbulnya kejahatan-kejahatan teknologi informasi yang dapat merugikan perusahaan.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Hapzi Ali, 2016, Modul Sistem  Informasi & Pengendalian Internal. Mercu Buana
  2. https://joulisinolungan.wordpress.com/2014/12/10/pengembangan-sistem-teknologi-informasi-metode-alternatif/
  3. https://bisigi.wordpress.com/2008/06/02/penyelarasan-teknologi-informasi-dengan-strategi-bisnis/
  1. http://blogscreenpis9.blogspot.com/2010/03/konsep-e-commerce-dan-e-bussiness.html
  1. https://nikeyulianah.wordpress.com/2012/10/15/definisi-konsep-dan-model-e-commerce-dan-e-business/
  2. http://ifriloeb.blogspot.co.id/2015/10/penarapan-e-bisnis-pada-gojek.html

Artikel selengkapnya disini —> 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ISU SOSIAL DAN ETIKA DALAM SISTEM INFORMASI

STUDI KASUS

Implementasi Sistem Informasi Diperbankan  

Perbankan merupakan salah satu industri yang membutuhkan dukungan dan peranan teknologi informasi, mulai dari melakukan pekerjaan sehari – hari misalnya input data pembukaan rekening tabungan yang dilakukan oleh customer service, transaksi yang dilakukan oleh nasabah baik secara elektronik (ATM) maupun internet (internet banking) sampai dengan melakukan penetrasi ke pasar. Hal ini berarti dunia perbankan termasuk perbankan syariah arus mengikuti arus perubahan informasi yang terjadi. Jika tidak, maka perbankan syariah tidak akan berkembang pesat seperti yang diharapkan.

Oleh kerena itu, perkembangan perbankan syariah di Indonesia tak terlepas dari peranan sistem informasi yang berguna dalam operasional bank syariah dimana dalam operasional suatu bank dituntut kecepatan dalam pertukaran informasi maupun dalam kapasitas penyimpanan data informasi bank tersebut. Selain itu sistem informasi yang dibangun dengan baik dan benar dapat meningkatkan produktivitas, menghilangkan kegiatan yang tidak memiliki manfaat (nilai tambah) dan meningkatkan layanan serta kepuasan nasabah.

Sistem informasi keuangan merupakan bagian penting dari struktur informasi di berbagai lembaga keuangan. Meskipun sering dinamakan sistem general ledger, sistem informasi keuangan sebenarnya adalah sistem pelaporan dan pengendalian keuangan menyeluruh yang tidak hanya sebatas fungsi-fungsi rutin yang mencakup pemeliharaan general ledger sebuah lembaga. Sistem informasi keuangan menyediakan informasi yang bertujuan untuk pelaporan periodik, informasi historis, laporan ke otoritas moneter (Bank Indonesia), perencanaan laba dan anggaran, dan lain-lain.

Beberapa aplikasi penggunaan sistem informasi dalam dunia perbankan:

  • Sistem informasi keuangan (financial information system)
  • Sistem pengolahan transaksi (transaction processing system)
  • Sistem pengolahan aplikasi (application processing system)
  • Sistem keputusan manajemen (management decision system)
  • Sistem informasi nasabah (customer information system)
  • On line banking system (general ledger aplication system)
  • Sistem informasi keuangan (financial information system)

 

Sistem on-line atau sistem aplikasi perbankan terintegrasi ini merupakan trend perbankan dewasa ini sehingga masing-masing bagian atau nasabah bisa secara online berhubungan dengan pihak bank di seluruh kantor cabang. Sistem online ini memerlukan sistem jaringan komputer yang menghubungkan seluruh kantor cabang dan pembuatan sub-subsistem aplikasi yang terintegrasi dengan memperhitungkan keterkaitan fungsional antar-bagian di bank tersebut dan keterkaitannya dengan sistem eksternal, baik nasabah, lembaga keuangan lain maupun sistem-sistem informasi eksternal lainnya. Sebagai contoh, ada sistem aplikasi tabungan dan giro yang bisa mengakomodasi sistem online.

Salah satu sistem yang sangat dibutuhkan oleh bank adalah Core Banking System (CBS) peranannya adalah mendukung kegiatan bisnis utama bank untuk itu tidak bisa dipungkiri bahwa investasi teknologi informasi di dalam dunia perbankan membutuhkan dana yang sangat besar. Salah satu core banking system yang sudah mulai banyak diimplementasikan di Indonesia adalah T24 yang merupakan produk besutan banking software company yaitu Temenos. Di Indonesia sendiri Temenos dikenal dengan product core banking-nya, bank yang sudah mengimplementasikan antara lain: Bank Mandiri Syariah dan bank-bank lain.

Temenos T24 adalah aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan yang bergerak dibidang pengembangan software untuk perbankan TEMENOS. Temenos T24 merupakan aplikasi yang lengkap mulai dari back office, CRM (Customer Relationship Management) dan manajemen siklus hidup produk yang efektif untuk bisnis retail, perusahaan, wholesale dan perbankan universal maupun privat. Aplikasi beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari seminggu dan dalam bentuk real-time. T24 mengkombinasikan fungsi bisnis yang komprehensif dengan arsitektur yang maju, aman, luas dan modular untuk memenuhi teknologi perbankan dan tantangan pasar saat ini dan masa depan.

 

4.2 Fenomena Sosial Berkaitan Dengan Isu Sosial Dan Etika Dalam Implementasi Sistem Informasi Dan Pemanfaatan Internet Pada Bidang Perbankan

Kehadiran teknologi informasi dan internet memberikan manfaat bagi perusahaan, seperti meringankan aktivitas bisnis yang kompleks serta menghasilkan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji dalam rangka perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen. Selain itu efisiensi operasi perusahaan dan kinerja perusahaan juga dapat ditingkatkan. Akibatnya perusahaan dapat tetap bertahan dalam era informasi serta mampu menghadapi persaingan pasar global. Selain menghasilkan manfaat, perkembangan teknologi informasi juga dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi perusahaan, seperti tertutupnya kesempatan kerja, timbulnya resistance to change serta timbulnya kejahatan-kejahatan teknologi informasi yang dapat merugikan perusahaan.

Terdapat beberapa contoh kasus perbankan dari tahun 80-an hingga saat ini yang menjadi fenomena sosial berkaitan dengan isu sosial dan etika dalam implementasi sistem informasi dan pemanfaatan internet pada bidang perbankan diantaranya sbb:

  • Pada tahun 1982 telah terjadi penggelapan uang di bank melalui komputer sebagaimana diberitakan “Suara Pembaharuan” edisi 10 Januari 1991 tentang dua orang mahasiswa yang membobol uang dari sebuah bank swasta di Jakarta sebanyak Rp. 372.100.000,00 dengan menggunakan sarana komputer. Perkembangan lebih lanjut dari teknologi komputer adalah berupa computer network yang kemudian melahirkan suatu ruang komunikasi dan informasi global yang dikenal dengan internet. Pada kasus tersebut, kasus ini modusnya adalah murni criminal, kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan. Penyelesaiannya, karena kejahatan ini termasuk penggelapan uang pada bank dengan menggunaka komputer sebagai alat melakukan kejahatan. Sesuai dengan undang-undang yang ada di Indonesia maka, orang tersebut diancam dengan pasal 362 KUHP atau Pasal 378 KUHP, tergantung dari modus perbuatan yang dilakukannya.
  • Salah satu jenis cyber crime yang terjadi di Bandung sekitar Tahun 2003. Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Para pelaku yang kebanyakan remaja tanggung dan mahasiswa ini, digerebek aparat kepolisian setelah beberapa kali berhasil melakukan transaksi di internet menggunakan kartu kredit orang lain. Para pelaku, rata-rata beroperasi dari warnet-warnet yang tersebar di kota Bandung. Mereka biasa bertransaksi dengan menggunakan nomor kartu kredit yang mereka peroleh dari beberapa situs. Namun lagi-lagi, para petugas kepolisian ini menolak menyebutkan situs yang dipergunakan dengan alasan masih dalam penyelidikan lebih lanjut
  • Pembobolan Rekening Nasabah Melalui “e-Banking”. Modus kejahatan ini bermula saat pelaku menawarkan perangkat aplikasi antivirus melalui pesan layanan di internet kepada korban pengguna e-banking. Setelah korban mengunduh softwarepalsu tersebut, malware akan secara otomatis masuk ke komputer dan memanipulasi tampilan laman internet banking seolah-olah laman tersebut merupakan milik bank. Dengan begitu, pelaku dapat dengan mudah mengendalikan akun e-banking nasabah setelah mengetahui password
  • Tindakan fraud yang disebabkan oleh sharing password antar pegawai yang merugikan nasabah dan perusahaan. Modus ini dilakukan oleh pihak operation dengan menyalahgunakan aplikasi inputer dan otorisator secara bersamaan.

 

Penerapan Lima Langkah Analisis Etika Berkaitan Dengan Isu Sosial Dan Etika Dalam Implementasi Sistem Informasi Dan Pemanfaatan Internet

Password merupakan bentuk data otentikasi rahasia yang digunakan untuk mengontrol akses ke dalam sebuah sumber informasi yang diketahui oleh pengguna. Karena penggunaan password yang krusial, maka password seharusnya dirahasiakan dari mereka yang tidak memiliki wewenang untuk mengakses. Tetapi dalam kegiatan sehari-hari sharing password masih sering terjadi. Ini merupakan isu ditempat saya bekerja, sehingga saya aka mencoba untuk diterapkan dengan lima langkah analisis etika sbb:

1) Mengidentifikasi dan menggambarkan dengan jelas fakta-fakta.

Data perusahaan yang bersifat rahasia diubah atau melakukan transaksi fiktif sehingga banyak terjadi perubahan dan fraud. Pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan data tersebuut untuk kepentingan tertentu yang tidak ada kaitannya dengan perusahaan. Terlebih lagi kegiatan yang berkaitan dengan perbankan selalu mengenai data dan transaksi keuangan yang riskan terhadap tindakan fraud. Sehingga dari masing-masing personil memiliki tigkat resiko sesuai dengan jabatannya mengenai user dan password yang dimiliki. Misalnya saja user Customer Service (CS), Teller dan Back Officer (BO); mereka adalah dengan jabatan inputer. Sedangkan Operation Manager (OM) adalah pihak otorisator. Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab menjaga kerahasiaan terhadap user dan password yang dimiliki.

2) Tentukan konflik atau dilema dan mengidentifikasi nilai-nilai yang lebih tinggi order yang terlibat.

Walaupun OM adalah atasan langsung dari CS, Teller dan BO untuk user dan password tetaplah rahasia masing-masing  individu. Tidak boleh OM mengetahui user dan password bawahannya begitu juga sebaliknya. Apabila salah satu diantara mereka tidak masuk maka pihak yang tidak masuk meminta user ke kantor pusat bukan memberitahu user yang tidak masuk itu.

3) Mengidentifikasi pemangku kepentingan.

Setiap masalah etika, sosial, dan politik memiliki pemangku amanah: pemangku amanah disini adalah masing-msing karyawan yang diamanahkan user dan password transaksi inputer dan transaksi (teller, CS dan BO) dan operation manager sebagai si otorisator. Ada yang membatasi si Otorisator dalam melakukan pekerjaannya yaitu limit transaksi. Apabila transaksi di atas limit Operation Manager maka yang mengotrisasi adalah Branch Manager. Sehingga masing-masing tau batasan dan keamanan transaksi.

4) Mengidentifikasi opsi yang Anda cukup dapat mengambil.

Pada suatu ketika sang Customer services tidak masuk dan CS pengganti sedang menggantikan di cabang lain maka layanan kepada nasabah harus tetap berlangsung. Otomatis tetap harusada pengganti sang CS, maka dari pihak marketing turun tangan menggantikan tugas CS. Disini terjadi pertukaran user dan password antar bagian. Perukaran ini aman jika user dan password yang diberikan adalah user pengganti yang untuk mendapatkannya harus didaftarkan terlebih dahulu.

5) Identifikasi potensi konsekuensi dari pilihan Anda.

Bisa saja dalam proses pergantian yang ingin cepat tidak meminta ke pihak yang berwenang tapi langsung menggunakan user yang sudah tersedia. Memang cepattetapi terdapat indikasi si marketing dapat menyalahgunakan user inputer dalam pekerjaan dilain waktu untuk memperoleh mencapai target kerjanya dengan menginput nasabah bodong. Pasti sangat berbahaya. Untuk itu hindarilah sharing password dan ubahlah password secara berkala untuk menghindari pencurian password dan penyalahgunaan wewenang dan tanggung jawab.

makalah lengkap dapat dilihat disini–>

DAFTAR PUSTAKA

  1. Hapzi Ali, 2016, Modul Sistem  Informasi & Pengendalian Internal. Mercu Buana
  2. http://trysutriani.blogspot.co.id/2016/04/isu-sosial-dan-etika-dalam-sistem.html
  3. http://fatmawati-fatmawatializaid.blogspot.co.id/2015/03/masalah-etika-dalam-teknologi-informasi.html
  4. https://mildsend.wordpress.com/2013/05/07/kasus-kejahatan-atau-penyalahgunaan-teknologi-informasi-hacking/
  5. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/04/15/113500326/Ini.Modus.Pembobolan.Rekening.Nasabah.Melalui.e-Banking.
  6. http://zahiraccounting.com/id/blog/inilah-5-dampak-negatif-jika-anda-mengabaikan-password-dalam-software-akuntansi/
Posted in My Edu | Leave a comment

SISTEM INFORMASI, ORGANISASI DAN STRATEGI

Dewasa ini teknologi informasi dan sistem informasi berkembang sangat pesat. Teknologi informasi semakin canggih dan dapat diandalkan untuk mendukung berbagai aktivitas, baik secara organisasi, individu dan juga sosial. Peran aplikasi teknologi informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari krbutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi tempat bergantung para penggunanya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Penggunaan teknologi informasi, termasuk Web, telah membawa banyak perubahan organisasional dalam berbagai area seperti struktur, otoritas, kekuatan, tugas dalam pekerjaan, jenjang karier karyawan, supervisi, serta pekerjaan manager. Teknologi informasi menimbulkan berbagai dampak pada individu dalam pekerjaannya. Teknologi informasi telah menguntungkan untuk menganani masalah manusia dan sosial.

Mobilitas manusia yang tinggi menuntut dunia perdagangan mampu menyediakan layanan jasa dan barang dengan cepat sesuai permintaan konsumen. Untuk mengatasi masalah tersebut, kini muncul transaksi yang menggunakan media internet untuk menghubungkan produsen dan konsumen. Transaksi bisnis melalui internet lebih dikenal dengan nama e-business dan e-commerce. Melalui e-commerce, seluruh manusia di muka bumi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk bersaing dan berhasil berbisnis di dunia maya.aimana internet, e-business dan e-commerce tersebut.

Perkembangan Teknologi Informasi khususnya internet yang berkembang pesat, mengubah pola penggunaan internet dari sebuah alat bantu menjadi gaya hidup (life style) dilingkungan masyarakat. Kemudahan akses jaringan internet dengan bantuan piranti elektronik yang mendukung seperti smartphone, tablet dan laptop turut mendukung evolusi pola penggunaan teknologi informasi pada masyarakat.

Adanya persaingan yang terjadi secara kompetitif disegala sektor industri menjadi suatu pemacu bagi setiap perusahaan untuk tetap melakukan inovasi – inovasi agar tetap dapat bersaing secara global. Persaingan yang terjadi antar perusahaan saat ini dapat dilihat dari pemanfaatan teknologi yang digunakannya serta seberapa efektif dan efisien kah penggunaannya.

Dari uraian diatas didapat rumusan masalah untuk makalah ini adalah sebagai berikut:

  • Apa dampak implementasi sistem informasi bagi organisasi?
  • Bagaimana model rantai nilai guna membantu aktivitas bisnis dalam mengidentifikasi peluang untuk aplikasi sistem informasi strategis?
  • Bagaimana sistem informasi membantu bisnis untuk mencapai keunggulan kompetitif?
  • Apa saja tantangan yang ditimbulkan oleh sistem informasi strategis?
  • Bagaimana Implementasi sistem informasi diperbankan syariah?

Untuk pembahasan lengkapnya ada disini

sumber:

  1. Hapzi Ali, 2016, Modul Sistem  Informasi & Pengendalian Internal. Mercu Buana
  2. Hartono, J. 2005. Sistem Informasi Strategik, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  3. James A. Hall, 2007, Sistem Informasi Akuntansi 2, edisi 4,Salemba Empat, Jakarta
  4. Stiroh, K.J. 2001, “Investing in Information Technology : Productivity Payoffs for US Industries”.Current Issues in Economics and Finance, Federal Reserve Bank of New York. Volume No.6,http://www.ny.frb.org/research/ current_issues/ci7-6.pdf.
  5. http://prass88-sips.blogspot.co.id/
  6. http://juanggaistyo.blogspot.co.id/2015/03/pengaruh-sistem-informasi-bagi.html
  7. https://kolokberkarat.wordpress.com/dampak-teknologi-informasi-bagi-organisasi-individu-dan-masyarakat/
  8. http://annisahidayati.blog.upi.edu/materi-kuliah-2/sistem-informasi-manajemen/tugas-2/
  9. http://ernaparj.blogspot.co.id/2015/06/sistem-informasi-sebagai-keunggulan.html
  10. http://blog.stie-mce.ac.id/muslichah/2011/04/13/teknologi-informasi-peluang-dan-tantangan-bagi-sistem-akuntansi-manajemen-kontemporer/
Posted in My Edu | Leave a comment

Sengigi Sore Hari

IMG_7357

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

SISTEM INFORMASI DALAM KEGIATAN BISNIS

S

ABSTRACT

Perkembangan teknologi informasi saat ini membuat pelaku bisnis berusaha untuk memaksimalkan ide dan kreatifitas dalam mengembangkan sisem untuk menjalankan usahanya.

 

 DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

ABSTRACT

DAFTAR ISI

BAB I . PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Perumusan Masalah

1.3 Tujuan pembelajaran

1.4 Manfaat Dan Manfaat Pembelajaran

BAB II . LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Sistem Informasi

2.2. Jenis-jenis Sistem Informasi

2.3. Pengendalian Internal

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV STUDI KASUS

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA.


BAB I

PENDAHULUAN

 

  • Latar Belakang

            Informasi saat ini merupakan kebutuhan yang mutlak diperlukan oleh masyarakat umum dari berbagai kalangan, terutama bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Sehingga system informasi memegang peranan penting dalam hal bagaimana data dan informasi didapatkan, diolah, dan diproses menjadi output yang dapat digunakan oleh manajemen. Begitu juga dengan Pengendalian Internal Perusahaan maka Sistem Informasi sangat di butuhkan SI & TI telah menjadi komponen yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis dan organisasi (Ali, Hapzi. Modul SI & PI. 2017)

TI (teknologi Informasi) termasuk SI (Sistem Informasi) telah berbasis Internet yang dapat membantu segala jenis bisnis meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis, pengambilan keputusan manajerial, dan kerjasama kelompok kerja, hingga memperkuat posisi kompetitif dalam pasar yang cepat sekali berubah

TI & SI berbasis internet digunakan mendukung tim pengembangan produk, proses dukungan untuk pelanggan, transaksi e-commerce, atau dalam aktifitas bisnis lainnya.

Perumusan Masalah

Adanya persaingan yang terjadi secara kompetitif disegala sektor industri menjadi suatu pemacu bagi setiap perusahaan untuk tetap melakukan inovasi – inovasi agar tetap dapat bersaing secara global. Persaingan yang terjadi antar perusahaan saat ini dapat dilihat dari pemanfaatan teknologi yang digunakannya serta seberapa efektif dan efisien kah penggunaannya.

            Persaingan demikian menyebabkan manajemen perusahaan perlu untuk memilih dan mengamati teknologi informasi yang seperti apa yang akan digunakan dalam bisnisnya.

            Perkembangan internet menyebabkan terbentuknya dunia baru yang disebut dunia maya. Di dunia maya, setiap individu memiliki hak dan kemampuan untuk   berinteraksi dengan individu lain tanpa batasan apapun yang dapat menghalanginya. Globalisasi yang sempurna sebenarnya telah berjalan di dunia maya yang menghubungkan seluruh komunitas digital. Dari seluruh aspek kehidupan manusia yang terkena dampak kehadiran internet, sektor bisnis merupakan sektor  yang  paling  terkena  dampak  dari  perkembangan  teknologi  informasi  dan telekomunikasi serta paling cepat tumbuh.  Mobilitas manusia yang tinggi menuntut dunia perdagangan mampu menyediakan layanan jasa dan barang dengan cepat sesuai permintaan konsumen. Untuk mengatasi masalah tersebut, kini muncul transaksi yang menggunakan media internet untuk menghubungkan produsen dan konsumen. Transaksi bisnis melalui internet lebih dikenal dengan nama e-business dan e-commerce. Melalui e-commerce, seluruh manusia di muka bumi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk bersaing dan berhasil berbisnis di dunia maya.aimana internet, e-business dan e-commerce tersebut.

  • Sistem Informasi seperti apa saja yang diperlukan sehingga efektif dan efisiensi dalam proses Pengendalin Internal?
  • Contoh Sistem dan Sistem Informasi dalam Kegiatan Bisnis?

Tujuan dan Manfaat Pembelajaran

Adapun tujuan dari makalah ini untuk mengetahui jenis sistem informasi, implementasi dan contoh sistem informasi dalam kegiatan bisnis atau organisasi.

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1. Pengertian Sistem Informasi

Sistem adalah kumpulan dari sub-sub sistem atau elemen-elemen yang saling berkerjasama dan berinteraksi untuk mencapai tujuan organisasi (informasi/target/goal) (Hapzi Ali, 2011). Sedangkan sistem adalah hasil dari pemrosesan data (data processing) menjadi suatu bentuk yang penting bagi  pemakai (user/end user) dan mempunyai nilai (value) serta  bermanfaat dalam pengambilan keputusan (Decision Making), (Hapzi Ali, 2011).

Jadi Sistem Informasi adalah Suatu sistem yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi dalam upaya pengambilan keputusan (Hapzi Ali, 2011).

Pengertian lain Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.

Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.

Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.

Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

istem Informasi, dengan dukungan teknologi informasi, telah menjadi komponen penting dalam organisasi bisnis modern yang sukses menjalankan usahanya, karena mampu membantu dalam pengembangan bisnis dan mengelola keunggulan kompetitif. Sistem dan teknologi informasi juga diandalkan untuk meningkatkan efiektivitas dan efisiensi proses-proses bisnis yang ada di organisasi, sehingga menjadi proses bisnis unggulan (best practice), juga mampu memfasilitasi jajaran manajer dalam pengambilan putusan dan kolaborasi antar bagian.

Sistem informasi mengintegrasikan sumber daya manusia, teknologi (hardware, software dan jaringan komunikasi), sumber data serta kebijakan dan prosedur kerja, untuk mengelola (menyimpan, mengakses kembali, mengubah dan menyebarluaskan) informasi dalam sebuah organisasi.Sistem Informasi pada sebuah organisasi, dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu sistem pendukung operasional (misalnya untuk mengefisienkan taransaksi bisnis, mengendalikan proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi) dan sistem pendukung manajemen (misalnya untuk menyediakan laporan dan tampilan, dukungan langsung pada proses pengambilan putusan).

2.2. Jenis-jenis Sistem Informasi

Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian :

  • Transaction Processing Systems (TPS)

 

TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakanoleh manajer. Sistem ini bekerja pada level operasional. Input pada level ini adalah transaksi dan kejadian. Proses dalam sistem ini meliputi pengurutan data, melihat data, memperbaharui data. Sedangkan outputnya adalah laporan yang detail, daftar lengkap dan ringkasan.

Sistem ini tanpa batas yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Karena manajer melihat data-data yang dihasilkan oleh TPS untuk memperbaharui informasi setiap menit mengenai apa yang terjadi di perusahaan mereka. Dimana hal ini sangat penting bagi operasi bisnis dari hari ke hari agar sistem-sistem ini dapat berfungsi dengan lancar dan tanpa interupsi sama sekali. Transaction processing systems (TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing systems). Transaction processing systems mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan/inventori. Transaction processing systems menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal.

  • Office Automation Systems (OAS)

Office automation system (OAS) terkadang disebut juga dengan Virtual Office (VO), konsep OAS menggabungkan penggunaan berbagai peralatan IT (Information Technology mencakup hardware dan software) dalam berkomunikasi baik dengan satu orang/unit maupun banyak orang/unit untuk mengurangi penggunaan kertas (paperless) dengan tujuan terjadinya peningkatan kecepatan, ketepatan, keamanan kerja di kantor dan meningkatkan produktivitas kerja. Secara sederhana konsep OAS menyambungkan beberapa peralatan IT via sebuah server. Server sebagai pusat pengendali untuk setiap workstation dan peralatan lainnya. Para pemakai (user) dapat saling berhubungan dengan pemakainya lainnya melalui server tadi. Semua informasi dan dokumen disimpan didalam server dan untuk memudahkan digunakan berbagai software yang dapat mengatur masing-masing pengguna workstation. Melalui penggunaan jaringan LAN (Local Area Network) dan Intranet serta Internet seorang user/pemakai akan dapat berkomunikasi dengan pemakai lainnya tanpa ditentukan/dibatasi oleh jarak dan waktu.

  • Knowledge Work System

Knowledge work systems (KWS) adalah sistem informasi yang membuat dan mengintegrasikan pengetahuan baru ke organisasi. Knowledge Work System mendukung para pekerja professional seperti ilmuwan, insinyur, dan doktor dengan membantu mereka menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.

  • Informatic Management System

SIM tidak menggantikan TPS, tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).

2.3. Pengendalian Internal

Sistem Pengendalian Intern dalam akuntansi memiliki peranan penting karena sistem pengendalian intern merupakan prosedur atau sistem yang dirancang untuk mengontorol, mengawasi, mengarahkan organisasi agar dapat mencapai suatu tujuan.

Sistem tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan, membantu menyediakan informasi akuntansi yang handal untuk laporan keuangan, dan menjamin dipatuhinya hukum dan peraturan yang berlaku. Sistem pengendalian internal pada dasarnya meliputi pengorganisasian, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, memeriksa ketelitian dan keandalan data keuangan, mendorong efisiensi dan dipenuhinya kebijakan menejemen (Mulyadi, 1993) atau dalam definisi yang lain, pengendalian internal merupakan kebijakan dan prosedur yang melindungi harta organisasi dari kemungkinan penyalahgunaan, memastikan bahwa informasi telah disajikan secara akurat dan memastikan bahwa peraturan telah dipatuhi sebagaimana mestinya (Warren & Fees, 2006).

Secara umum, Pengendalian Intern merupakan bagian dari masing-masing sistem yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman pelaksanaan operasional perusahaan atau organisasi tertentu. Sedangkan Sistem Pengendalian Intern merupakan kumpulan dari pengendalian intern yang terintegrasi, berhubungan dan saling mendukung satu dengan yang lainnya. Di lingkungan perusahaan, pengendalian intern didifinisikan sebagai suatu proses yang diberlakukan oleh pimpinan (dewan direksi) dan manajemen secara keseluruhan, dirancang untuk memberi suatu keyakinan akan tercapainya tujuan perusahaan yang secara umum dibagi kedalam tiga kategori, yaitu:

  • Keefektifan dan efisiensi operasional perusahaan
  • Pelaporan Keuangan yang handal
  • Kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan yang diberlakukan

Suatu pengendalian intern bisa dikatakan efektif apabila ketiga kategori tujuan perusahaan tersebut dapat dicapai, yaitu dengan kondisi:

  • Direksi dan manajemen mendapat pemahan akan arah pencapain tujuan perusahaan, dengan, meliputi pencapaian tujuan atau target perusahaan, termasuk juga kinerja, tingkat profitabilitas, dan keamanan sumberdaya (asset) perusahaan
  • Laporan Keuangan yang dipublikasikan adalah handal dan dapat dipercaya, yang meliputi laporan segmen maupun interim sehingga dapat dijadikan untuk pengambilan keputusan.
  • Prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan sudah taati dan dipatuhi dengan semestinya.

Struktur pengendalian intern terdiri dari 5 (lima) komponen, yaitu:

1. Lingkungan Pengendalian

Merupakan dasar dari komponen pengendalian yang lain yang secara umum dapat memberikan acuan disiplin. Meliputi : Integritas, Nilai Etika, Kompetensi personil perusahaan, Falsafah Manajemen dan gaya operasional, cara manajmene di dalam mendelegasikan tugas dan tanggung jawab, mengatur dan mengembangkan personil, serta, arahan yang diberikan oleh dewan direksi.

2. Penilaian Resiko

Identifikasi dan analisa atas resiko yang relevan terhadap pencapaian tujuan yaitu mengenai penentuan “bagaimana resiko dinilai untuk kemudian dikelola”. Komponen ini hendaknya mengidentifikasi resiko baik internal maupun eksternal untuk kemudian dinilai. Sebelum melakukan penilain resiko, tujuan atau target hendaknya ditentukan terlebih dahulu dan dikaitkan sesuai dengan level-levelnya.

3. Aktivitas Pengendalian

Kebijakan dan prosedur yang dapat membantu mengarahkan manajemen hendaknya dilaksanakan. Aktivitas pengendalian hendaknya dilaksanakan dengan menembus semua level dan semua fungsi yang ada di perusahaan. Meliputi: aktifitas-aktifitas persetujuan, kewenangan, verifikasi, rekonsiliasi, inspeksi atas kinerja operasional, keamanan sumberdaya (aset), pemisahan tugas dan tanggung jawab.

4. Informasi dan Komunikasi

Menampung kebutuhan perusahaan di dalam mengidentifikasi, mengambil, dan mengkomukasikan informasi-informasi kepada pihak yang tepat agar mereka mampu melaksanakan tanggung jawab mereka. Di dalam perusahaan (organisasi), Sistem informasi merupakan kunci dari komponen pengendalian ini. Informasi internal maupun kejadian eksternal, aktifitas, dan kondisi maupun prasyarat hendaknya dikomunikasikan agar manajemen memperoleh informasi mengenai keputusan-keputusan bisnis yang harus diambil, dan untuk tujuan pelaporan eksternal.

5. Pengawasan

Pengendalian intern seharusnya diawasi oleh manajemen dan personil di dalam perusahaan. Ini merupakan kerangka kerja yang diasosiasikan dengan fungsi internal audit di dalam perusahaan (organisasi), juga dipandang sebagai pengawasan seperti aktifitas umum manajemen dan aktivitas supervise. Adalah penting bahwa defisiensi pengendalian intern hendaknya dilaporkan ke atas. Dan pemborosan yang serius seharusnya dilaporkan kepada manajemen puncak dan dewan direksi.Kelima komponen ini terkait satu dengan yang lainnya, sehingga dapat memberikan kinerja sistem yang terintegrasi yang dapat merespon perubahan kondisi secara dinamis. Sistem Pengendalian Internal terjalin dengan aktifitas opersional perusahaan, dana akan lebih efektif apabila pengendalian dibangun ke dalam infrastruktur perusahaan, untuk kemudian menjadi bagian yang paling esensial dari perusahaan (organisasi).

 

BAB III

METODE PENELITIAN

  Metode penelitian untuk makalah ini adalah kepustakaan, dimana informasi diperoleh penulis berasal dari buku teks, artikel, modul atau internet.

BAB IV

STUDI KASUS

  Berikut beberapa contoh penerapan sistem informasi pada organisasi:

4.1 Sistem Informasi Manajemen Lelang/ Tender

E-Procurement ( E-PROC)

Salah satu penerapan kemajuan teknologi telematika dalam mendukung proses bisnis adalah dalam proses pengadaanbarang/ jasa, sehingga proses tersebut akan lebih transparan, efektif dan efisien. Pemanfaatan e-Procurement menjadikan proses pengadaan dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien dengan prinsip persaingan sehat, transparan, terbuka dan perlakuan yang adil bagi semua pihak, sehingga hasilnya dapat dipertanggung jawabkan baik dari segi fisik, keuangan, maupun manfaatnya bagi kelancaran tugas Pemerintah/ Perusahan. Aplikasi electronic Procurement atau e-Procurement adalah suatu aplikasi yang digunakan untuk mengelola pengadaan barang/ jasa berbasis internet yang didisain untuk mencapai suatu proses pengadaan barang/ jasa yang efektif, efisien dan terintegrasi. Aplikasi e-Procurement memiliki fasilitas transaksi antara Buyer dan Supplier. Yang dimaksud dengan Buyer adalah pihak yang akan melakukan proses pembelian barang/ jasa. Supplier adalah pihak-pihak yang berfungsi sebagai pemasok barang/ jasa yang dibutuhkan oleh Buyer.

Keunggulan e-Procurement

  • Tidak adanya batas ruang dan waktu karena menggunakan teknologi berbasis internet.
  • Proses pengadaan barang dapat diikuti oleh pemasok secara terbuka.
  • Proses dalam setiap tahapan pengadaan akan dengan mudah diikuti/ diawasi oleh seluruh stakeholder.
  • Proses akan berlangsung secara:
    1. Efisien,
    2. Efektif,
    3. Terbuka dan bersaing,
    4. Transparan,
    5. Adil/ tidak diskriminatif,
  • Akan lebih mendorong terjadinya persaingan antar pemasok yang lebih sehat.
  • Mencegah tindakan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan pengadaan barang/ jasa.

Manfaat e-Procurement

  • Mendapatkan Harga Pembelian Barang yang terkontrol.
  • Mempercepat Waktu Proses Pengadaan.
  • Proses pengadaan akan lebih transparan.
  • Mereduksi biaya pengadaan barang/ jasa.
  • Menghemat sampai dengan 50% anggaran.
  • Memperlancar Komunikasi Buyer – Supplier.
  • Pelayanan yang baik kepada Supplier.
  • Sistem Informasi Menejemen Pelayanan Terpadu Satu Pintu (SIM PTSP)

4.2 Sistem Informasi Akademik pada Kampus/Perguruan Tinggi

Sistem yang mengitegrasikan informasi baik dari sisi  mahasiswa maupun institusi pendidikan didalamnya. SIA ini membantu mengelola data mahasiswa baik dari sisi keuangan dan akademik. Sehingga pengolahan data terintegrasi dan memudahkan pencarian informasi yang dibutuhkan tentang yang dibutuhkan mahasiswa dan kampus.

 

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Penggunaan sistem informasi saat ini memudahkan pelaku bisnis dan organisasi sehingga dalam mencapai tujuannya dilakukan efektif dan efisien secara keseluruhan. Sehiingga pengendalian internal dapat memenuhi fungsinya untuk menghasilkan informasi akuntansi yang tepat waktu, relevan dan dapat dipercaya serta resiko terjadinya kekeliruan dalam pencatatan atau perhitungan dapat diminimalisasiakan sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Hapzi Ali, 2016, Modul Sistem  Informasi & Pengendalian Internal. Mercu Buana
  2. James A. Hall, 2007, Sistem Informasi Akuntansi 2, edisi 4,Salemba Empat, Jakarta
  1. http://www.ilmu-ekonomi.com/2012/03/pengendalian-intern-dalam-sistem.html
  2. https://getcharintegerina.wordpress.com/2012/04/19/jenis-jenis-sistem-informasi-dan-contoh-aplikasinya/
  3. http://www.kompasiana.com/bmgiovanni/pentingnya-sistem-pengendalian-intern-dalam-akuntansi_565dc53ef47e615a36b44b57
Posted in My Edu, Uncategorized | Leave a comment

(Gagal) Melankolis

Disebuah bus malam hari

Ga cuma Gie aja yang bisa melankolis di bus, gue pun juga bisa. Menikmati bus dimalam hari, dengan lampu jalanan warna warni menghiasi malam. Buat gue saat-saat ini adalah romantis. Romantisme yang bisa dinikmati sendiri, dan memang enak sendiri. Berkhayal, membayangkan masa depan dan besok. Suasana malam yang redup dan tidak panas karena bus yang gue naikin adalah bus AC. Tapi suasana itu tiba-tiba aja hilang saat pengamen naik. Membuat rasa melankolis gue, khayalan gue hilang seketika. Panas deh padahal ini bus ac loh. Coba lagunya mendayu-dayu pasti makin romantis. Ya sudahlah dinikmati saja..

Tadi itu sewaktu pulang lewat jalan yang dulu sering dilewatin pulang kuliah, jadi inget waktu 2 tahun yang lalu. Masa-masa kuliah hehhehe
Masa-masa sering nebeng sama temen, masa-masa aktif di kampus. Skripsi.. Nunggu dosen.. Ingatan gue jadi merembet kemana-mana.. Sweet memories…

Berlanjut lagi membahas bus yang gue naikin ini. Wuihhh sebelah tempat duduk gue ada cowok yang ber-style korea..
Berbaju kotak-kotak kecil berwana merah, bercelana dan bersepatu abu-abu. Dia sambil mendengarkan music melalui gadgetnya. Dan yang gue sedih kenapa laki-laki itu lebih rapih di banding gue. Dan kulitnya itu lohhh jauh lebih terang dari gue. Hehehe beda ras sepertinya. Klo diperhatikan orang (mungkin) kita sibuk dengan gadget masing-masing. Itupun kalo ada yang perduli, mungkin (sekali lagi) ini cuma perasaan gue yang sedang (selalu) berlebihan. Maklum gue lagi melankolis, dan memang sesuai judulnya “melankolis” *tapi gagal*.
Yah walaupun aga sedikit ga nyambung..

Yap pengamen udah berhenti nyanyinya gue niatnya mau ngelanjutin melamunnya tapi sayang sungguh disayang gue udah mau sampe. Kalo udah mau turun itu biasanya gue udah galau. Kenpa galau karena gue harus mastiin nnti gue di jemput siapa (dibaca: minta jemput bokap)dan mastiin juga gue ga kelewat. Klo klewat bakalan repot.. Tapi untuk yang satu ini bisa dipastiin gue ga kelweat soalnya udah nanya sebelumnya klo ini bus bakalan nurunin di tempat mau turun.
Dan akhirnya gue udah turun, sekarang gue seperti biasa nunggu bokap gue jemput. Suasana berubah jadi horor pas gue lewat warung yang udah lama ga dibuka. Serem ga seprti biasanya lampunya terang tadi itu gelap da kenapa gue langsung memperhatikan kedalam warungnya. Barang dagangan yang dulu dijual dipenuhi debu dan ramat karena sudah tak terjamah. Entah kemana pemilik warung tersebut pergi. Gue menganggap itu mubazir. Mending itu warung buat gue. Hahhaha siapa gue?

Akhirnya orang yang gue tunggu dateng juga. My hero…!! Dia adalah bokap gue. Dia yang jemput gue malam ini. Senangnya gue sampe juga dirumah.

Selesai deh cerita gue malem ini….

Posted in My Write, Uncategorized | Leave a comment